Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa?

Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa
Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa

Sumber: Recruitment Education

Talent acquisition dan rekrutmen memang dua konsep yang amat dekat dalam profesi HRM (Human Resource Management). Saking dekatnya, beberapa orang menganggap kedua hal tersebut sebagai konsep yang sama dengan nama berbeda.

Rekrutmen mungkin dapat membantu kamu dalam mengisi posisi-posisi yang kosong, namun talent acquisition bisa mendatangkan orang-orang yang sesuai dengan organisasi kamu dan memenuhi dinamisme perubahan prioritas dalam organisasi. Lalu, apa sebenarnya perbedaan dua hal tersebut?

Rekrutmen sebagai bagian dari talent acquisition

Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa
Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa

Sumber: HR Advisors

Istilah rekrutmen mengacu pada usaha suatu organisasi untuk menarik anggota baru. Tujuan dari rekrutmen sendiri adalah untuk mengisi posisi yang kosong dengan pegawai yang memenuhi syarat dan bersedia untuk bekerja dalam organisasi.

Rekrutmen sendiri bukanlah suatu aktivitas sederhana. Di dalamnya terdapat berbagai tahap, dimulai dari proses sourcing untuk menarik kandidat yang berpotensi.

Setelah sourcing, rekruter menjalani tahap selecting (penyaringan) dimana kandidat yang cocok dengan nilai visi misi dipilih. Nggak lupa dilakukan juga wawancara untuk memastikan siapa yang menjadi kandidat terbaik.

Tentunya bagi rekruter, rekrutmen dan proses-prosesnya bukanlah hal yang asing. Tetapi, talent acquisition memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar proses rekrutmen.

Talent acquisition nggak berhenti di dalam tahap rekrutmen

Robin Erikson, wakil presiden untuk bagian talent acquisition dan riset di Bersin, mendefinisikan talent acquisition sebagai pendekatan strategis untuk mengenali, menarik, dan mengorientasi individual berbakat agar dapat memenuhi kebutuhan dinamis bisnis secara efisien dan efektif.

Selain itu, talent acquisition juga berfokus pada development (pengembangan) kendidat yang tepat sebagai proses berkelanjutan, baik sebelum maupun seusai kandidat itu diterima.

Dari dua pengertian ahli di atas dapat ditarik sejumlah kesimpulan.

Pertama, talent acquisition masih mencakup proses rekrutmen. Kedua, ketimbang hanya mencari individu yang bisa menempati kekosongan posisi, talent acquisition lebih mengharapkan seorang berbakat yang cocok dengan kebudayaan organisasi. Hal tersebut juga berarti orang ini dapat dengan mudah berpindah peran/posisi sewaktu-waktu, sesuai dengan kebutuhan dinamis organisasi.

Hal yang ketiga adalah adanya proses pelatihan dan development yang berkelanjutan. Talent acquisition memastikan bahwa individu yang direkrut memiliki seluruh keahlian dan pengetahuan yang ia butuhkan untuk dapat bekerja secara efisien di posisinya. Nggak hanya sampai di sana, ia juga dikembangkan agar dapat mengambil posisi baru yang mungkin terbuka di masa depan.

Elemen strategis dalam talent acquisition

Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa

Sumber: obsidianphotography

Selain rekrutmen, terdapat sejumlah strategi yang ada di dalam talent acquisition. Ini adalah empat strateginya:

  1. Perencanaan

Apa Yang Membedakan Talent Acquisition Dari Proses Rekrutmen Biasa

Sumber: Extremeuncertainty

Yang dimaksud dengan perencanaan adalah pertimbangan secara global, dimulai dengan memahami bisnis/organisasi, kebutuhannya, tekanannya, dan lapangan kerjanya.

Di sini, HRM dan pemimpin manajerial harus mendefinisikan seorang karyawan yang ideal alias karyawan yang nggak hanya kompeten dan sukses di pekerjaannya, tetapi juga cocok dengan kebudayaan di organisasi tersebut.

Kegagalan dalam perencanaan umumnya dikarenakan rencana perkembangan yang nggak sesuai dengan tujuan organisasi. Selain itu gagal mengembangkan individu di tingkat menengah dan senior, serta kurangnya definisi individu yang tertarik bekerja di organisasi juga mengacaukan perencanaan. .

  1. Employment branding

Individu terbaik yang terkualifikasi adalah kandidat yang paling dicari-cari, nggak hanya oleh organisasi kamu saja. Untuk mendapatkan individu seperti ini, kamu juga harus membangun profil perusahaan yang menarik. Tentu saja, budaya kerja, tujuan organisasi, dan pekerjaan di dalamnya harus digambarkan secara sesuai serta realistis.

Garis besarnya, employment branding harus bisa menggambarkan seperti apa rasanya bekerja di organisasi kamu.

  1. Pemahaman kandidat

Sumber: Clinicalpharmacy

Selain menggambarkan organisasi secara tepat, kamu juga harus dapat membuat profil orang-orang yang cocok bekerja di organisasimu.

Profil kandidat ideal tentunya akan berbeda-beda, tergantung dari pekerjaan yang ditawarkan. Jika kamu memiliki pemahaman mengenai kandidat yang dibutuhkan, pencarian kandidat pun akan lebih mudah dan efisien.

Sebagai contohnya, sebuah perpustakaan publik yang telah membuat profil kandidat idealnya. Mereka mungkin menemukan bahwa anggota himpunan literatur dari universitas tertentu memenuhi profil mereka secara garis besar karena kebudayaan di universitas tersebut. Dengan pengetahuan itu, perpustakaan publik tersebut dapat mencari kandidat yang ideal dengan mudah dan cepat ketika membutuhkan karyawan baru.

  1. Candidate relationship management

Sumber: TheGuardian

Strategi ini berperan penting ketika kandidat telah menerima tawaran kerja. Pada dasarnya, kamu harus terus menjaga hubungan dengan kandidat dan memastikan ia memiliki pengalaman kerja yang memuaskan.

Hal ini termasuk memastikan kandidat memiliki seluruh keahlian untuk dapat bekerja dengan baik di organisasi/perusahaan serta dapat mengembangkan talentanya.

Profesi bidang HRM nggak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak pengetahuan praktis yang harus diterapkan di lapangan.

Untuk lebih banyak lagi belajar mengenai rekrutmen dan lowongan kerja, kamu dapat mengikuti Rob’s Job. Rob’s Job merupakan aplikasi Android  untuk pencarian lowongan kerja beserta dengan tips-tipsnya.

 

 

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer