6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potential

6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: Tazio

“Para pencari kerja membutuhkan kami, seharusnya mereka lebih aktif berusaha”. Begitulah pemikiran yang biasanya dimiliki oleh para recruiter awam terhadap calon karyawan.

Walaupun nggak sepenuhnya salah, namun nggak jarang pemikiran seperti itu membuat recruiter melakukan hal-hal yang ‘mengusir’ karyawan potensial menjauh.

Nggak peduli sebesar apa perusahaanmu, kamu masih mungkin melakukan kesalahan berikut ini. Jangan berpikir nggak apa-apa kalau kelewatan. Karena sumberdaya berpotensi yang nggak bergabung, merupakan sumberdaya milik orang lain. Nah, apa saja kira-kira kesalahan recruiter yang kerap kali dilakukan?

  1. Penjelasan yang tidak lengkap
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: newsomconsulting

Ini merupakan hal mendasar yang menjadi kesalahan recruiter karena mengabaikan penjelasan ang lengkap pada lowongan. Setiap karyawan membutuhkan kejelasan mengenai pekerjaan yang akan dia kerjakan.

Tidak perlu selengkap kamus, namun informasi dasar tetap dibutuhkan. Contohnya seperti apa lingkup pekerjaan dari lowongan tersebut, apa saja keuntungan karyawan jika bekerja di perusahaan, bagaimana budaya ataupun nilai yang dimiliki oleh perusahaan, dan banyak informasi lainnya.

Calon karyawan akan semakin tertarik jika kamu juga mencantumkan kisaran gaji yang ditawarkan. Hal ini tentu berguna untuk menghindari karyawan berprestasi yang mengurungkan niat untuk bergabung karena keraguan terhadap gaji yang kamu tawarkan.

  1. Kurang mempublikasikan lowongan
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: helpscout

Di era yang serba digital ini, memang semakin mudah untuk menyebarkan informasi di media sosial. Namun, lokasi publikasi juga menjadi hal yang harus diperhatikan agar nggak menyebabkan kesalahan recruiter berikutnya.

Untuk memudahkan informasi lowongan diterima oleh karyawan yang potensial, sebaiknya mempublikasikan di platform yang layak pula. Misalnya melalui LinkedIn atau Rob’s Job.

  1. Proses rekrutmen yang panjang
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: roberthalf

Di beberapa perusahaan, proses rekrutmen melibatkan berbagai pihak yang berwenang untuk menentukan kualitas seorang kandidat.

Namun pastikan seluruh proses tersebut nggak memakan waktu yang lama, apalagi sang kandidat dipanggil untuk interview hingga 6 atau 7 kali. Ini justru menunjukkan bahwa perusahaan kamu masih belum jelas tentang apa yang sedang dicari oleh sang kandidat.

Pada umumnya, waktu yang normal untuk menyelesaikan proses rekrutmen adalah nggak lebih dari 8 minggu (mulai dari wawancara pertama hingga ke tahap penawaran).

Semakin lambat kamu menangani proses rekrutmen, semakin banyak pula karyawan berpotensi yang akan direbut oleh perusahaan lain. Kamu nggak mau kehabisan karyawan berprestasi, bukan?

  1. Bersifat subjektif
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: kore1

Kesalahan recruiter berikutnya adalah melibatkan penilaian subjektif secara berlebihan kepada kandidat. Sebagai contoh, kamu lebih senang terhadap janda ataupun teman yang sudah kamu kenal. Padahal belum tentu kualifikasi dari kandidat lain kalah bagusnya. Kamu bisa saja kehilangan karyawan yang dapat berkontribusi hanya karena bersifat subjektif.

Untuk itu, lebih baik jika kita mampu bersifat adil dan mengenali kandidat lain secara mendalam tentang kualifikasi yang dimiliki, baik melalui proses wawancara, diskusi dengan referal, ataupun proses seleksi lainnya.

  1. Tidak memberikan kesan positif
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: thejournal

Saat mewawancarai sang kandidat, sebenarnya bukan recruiter saja yang bisa mengenali calon karyawan. Sebaliknya mereka juga dapat mengenal perusahaan kamu lebih lanjut. Recruiter-lah yang akan menjadi sosok representasi perusahaan.

Bersikap semena-mena, cuek, ataupun tindakan nggak ramah lainnya menjadi kesalahan recruiter yang menimbulkan kesan negatif. Bukannya tambah hormat, timbulnya malah rasa takut dan tidak suka.

  1. Penawaran yang tidak masuk akal
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial
6 Kesalahan Umum Recruiter saat Merekrut Karyawan Potensial

Sumber: entrepreneur

Begitu semua proses seleksi telah dilewati dan kandidat yang cocok ditemukan, hal berikutnya yang dapat menjadi kesalahan recruiter adalah memberikan penawaran yang nggak oke.

Setiap karyawan tentunya ingin dinilai selayaknya atas kualifikasi yang dimiliki. Jika kamu penawaran yang kamu berikan terlalu memaksa, siap-siap saja kehilangan calon karyawan terbaikmu.

Terlebih, kalaupun kandidat menerima tawaran tersebut, jangan heran jika beberapa bulan ke depan dia memutuskan untuk keluar. Maka dari itu, cobalah pertimbangkan secara matang mengenai penawaran yang pantas sebelum memberikannya pada kandidat.

Bagaimana? Sudah jelas, apa saja kesalahan recruiter yang harus dihindari agar karyawan potensial nggak kabur? Perhatikan hal-hal kecil dalam proses perekrutanmu. Terkadang hal-hal yang kita lewatkanlah yang menimbulkan masalah.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia pekerjaan lainnya, kamu bisa belajar dari Rob’s Job. Rob’s Job merupakan aplikasi penyedia tips untuk bekerja dan mencari lowongan. Sudah tersedia untuk iOS dan Android lho! Tunggu apa lagi? Segera cari tahu lebih banyak di sini!

 

 

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer